My Photo

June 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30          

Jam berapa?


Pengunjung :)

  • Sejak September 2007, anda adalah pengunjung ke

siapa2 aja yg mampir?

Alloww..


  • Name :
    Web URL :
    Message :
    :) :( :D :p :(( :)) :x

February 01, 2008

Saringan Tiga Kali

Candid2 Di jaman Yunani kuno, Socrates adalah seorang terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya karena pengetahuan dan kebijaksanannya yang tinggi. Suatu hari seorang pria berjumpa dengan Socrates dan berkata, "Tahukah anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman anda?"

"Tunggu sebentar," jawab Socrates. "Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin anda melewati sebuah ujian kecil. Ujian tersebut dinamakan Ujian Saringan Tiga Kali."

"Saringan tiga kali?" tanya pria tersebut. "Betul," lanjut Socrates.

"Sebelum anda mengatakan kepada saya mengenai teman saya, mungkin merupakan ide yang bagus untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan anda katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian Saringan Tiga Kali.
Saringan yang pertama adalah :

KEBENARAN.

Sudah pastikah anda bahwa apa yang anda akan katakan kepada saya adalah benar?"

"Tidak," kata pria tersebut,"sesungguhnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada anda".

"Baiklah," kata Socrates. " Jadi anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak. Sekarang mari kita coba saringan kedua yaitu :

KEBAIKAN.

Apakah yang akan anda katakan kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu yang baik?"

"Tidak, sebaliknya, mengenai hal yang buruk".

"Jadi," lanjut Socrates, "anda ingin mengatakan kepada saya sesuatu yang buruk mengenai dia, tetapi anda tidak yakin kalau itu benar. Anda mungkin masih bisa lulus ujian selanjutnya, yaitu:

KEGUNAAN.

Apakah apa yang anda ingin beritahukan kepada saya tentang teman saya tersebut akan berguna buat saya?"

"Tidak, sungguh tidak," jawab pria tersebut.


"Kalau begitu," simpul Socrates," jika apa yang anda ingin beritahukan kepada saya… tidak benar, tidak juga baik, bahkan tidak berguna untuk saya, kenapa ingin menceritakan kepada saya ?"

Renungan :
Sebuah panah yang telah melesat dari busurnya dan membunuh jiwa yang tak bersalah, dan kata-kata yang telah diucapkan yang menyakiti hati seseorang, keduanya tidak pernah bisa ditarik kembali. Jadi sebelum berbicara, gunakanlah Saringan Tiga Kali.


Sumber : Anonymous

(dikutip secara utuh dari .www.beranigagal.blogspot.com)

                            

November 29, 2007

hari yang cerah

Italy_5 Kadang manusia perlu pembanding dulu untuk mensyukuri apa yang ada pada dirinya. Seringnya,membandingkan dengan yang lebih kurang.

Betapa pamrihnya manusia, bahkan untuk bersyukur-pun perlu membandingkan dulu dengan orang lain. Kenapa tidak bersyukur karena memang harus bersyukur? Dan banyak hal2 lain yang makin menjelaskan banhwa manusia adalah makhluk yang pamrih. Semua harus ada alasan.

Bersyukur karena ada yang lebih menderita/kurang dari kita

Memberi karena mengharapkan pahala, paling nggak ucapan terima kasih

Mencintai karena pasangan begini atau begitu

Beribadah karena mengharapkan surga (??)

....

....

Apakah memang harus seperti itu? Apakah semua harus berpamrih? Apakah semua tindakan yang kita lakukan harus ber-alasan? Dan kenapa semua alasan2 itu malah ujung-ujungnya untuk kebaikan diri kita sendiri? Apakah manusia memang makhluk yang paling egois? Semua yang dilakukan, pada akhirnya tertuju pada kepentingan dirinya sendiri.

Ah, pusingg!!!..

Can You Imagine?

Bagaimana misalnya kalau ga ada yang lebih kurang/lebih menderita dari kita, apakah kita lantas ga akan pernah bersyukur?

Bagaimana kalau ketika kita memberi/menolong orang lain kita ga dapat ucapan terima kasih? Apa lantas ga pernah lagi mau melakukannya?

Bagaimana kalau semua alasan yang membuat kita cinta pada pasangan tidak dimilikinya lagi, apakah kita akan tetap cinta? Uhm, misalnya kita mencintainya karena dia baik, dia soleh, dia kaya, dia pintar, bla..bla..bla..

Apakah kita tetap mencintai pasangan, ketika dia tiba2 berubah menjadi jahat, menjadi miskin, mendadak lupa ingatan dan segala macam kemungkinan buruk lainnya?

Dan, apakah kita akan tetap beribadah kalau misalnya surga itu ga pernah ada?

O,ya bagaiman kalau misalnya semua tindakan yang kita lakukan bukan karena alasan-alasan yang menguntungkan diri kita sendiri. Kita melakukan hal itu karena kita emang INGIN melakukannya dan SENANG melakukannya.

Kita bersyukur, karena INGIN bersyukur

kita memberi karena INGIN memberi

kita mencintai karena INGIN mencintai

kita beribadah karena memang INGIN beribadah

Barangkali tidak pernah lagi ada kecewa dan keluh kesah kalau semua tindakan kita lakukan karena kita memang INGIN melakukannya. Bukan karena alasan2 tertentu.

^_^

October 05, 2007

Ar-Rahman

Dari 114 surat yang ada di Al-Qur'an entah kenapa gw sangat terkesan dengan Surat Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah). Dan ketika subuh tadi ikut sholat jemaah di mushalla dekat rumah, imamnya juga membacakan Surat Ar-Rahman. Tanpa terasa mata gw berkaca-kaca.

Surat Ar-Rahman terdiri dari 78 ayat tapi 31 ayat berbunyi:

"Fabiayyi alaa 'irabbikumaa tukazzibaann.." (maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?)

Luar biasa bukan? 31 dari 78 ayat berbunyi sama. Uniknya ayat itu muncul pada ayat ke 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34... dstnya tiap dua ayat berbunyi sama hingga ke ayat ke 77. Dan bagi gw itu seolah mengingatkan manusia agar selalu menjadi makhluk yang bersyukur.

Selama ini betapa mudahnya gw mengutuk nasib, mengeluh dan bahkan menggugat Tuhan atas situasi dan kondisi yang tidak sesuai dengan kemauan gw. Alangkah egois dan kufur nikmatnya! Padahal keseluruhan ayat2 pada surat Ar-Rahman menceritakan tentang nikmat Allah yang maha besar kepada makhluk2Nya.

Tiba-tiba gw punya formula baru kalo tiba-tiba suntuk dan stuck dengan hidup gw..yaitu menghitung-hitung nikmat dan karunia yang telah diberiNya. Subhanallah, gak terhitung! bahkan tidak sebanding dengan cobaan yg gw terima.

Barangkali, gw perlu mengubah sudut pandang gw..melihat dari sisi yang beda..:)

April 09, 2007

warning..

Sebenarnya dah pernah posting ini di bulletin Friendster..tapi, kaya'nya kurang seru aja, secara gw copy-paste dan hasilnya juga gak OK..

Lebih baek, posting di blog (link), ya moga bermanfaat aja deh..;)

coba klik ini http://swaramuslim.net/more.php?id=5540_0_15_0_M

truss yang ini  http://swaramuslim.net/more.php?id=1273_0_1_0_M

Wallahu'alam..

February 20, 2007

AIRMATA RASULULLAH SAW


Muhammad
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang
berseru mengucapkan salam.
"Bolehkah saya masuk?" tanyanya.Tapi Fatimah tidak
mengizinkannya masuk,"Maafkanlah, ayahku sedang
demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan
menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata
sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,"Siapakah
itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali
ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan
pandangan yang menggetarkan, seolah-olah bahagian demi
bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan
sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun
menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah
menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah
bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih
Allah dan penghulu dunia ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?",
tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat
telah menanti ruhmu.Semua syurga terbuka lebar menanti
kedatanganmu," kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega,
matanya masih penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya
Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah
mendengar Allah berfirman kepadaku:
'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat
Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan
tugas.Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh
tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya
menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali
yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril
memalingkan muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu
Jibril?" tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar
wahyu itu."Siapakah yang sanggup, melihat kekasih
Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian
terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak
tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja
semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.
"Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah
tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu,
Ali segera mendekatkan telinganya.
"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku"
"peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang
lemah di antaramu."
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan,
sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali
kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah
yang mulai kebiruan. "Ummatii,ummatii,ummatiii?" -
"Umatku, umatku,umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi
sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma
sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi Betapa
cintanya Rasulullah kepada kita.

(Izzudin Al-Qossam)

February 15, 2007

Mati..

TengkorakTiba-tiba ingat mati..

Tiba-tiba ingat, apa sih yang dicari manusia?

Toh, pada akhirnya mati juga kan?

Kita mati-matian (baca = susah payah ngejar semua keinginan, muasin nafsu yg ga pernah bakal terpuaskan..sikut kiri kanan, berlari, berpacu dengan waktu hanya tuk mengejar 'sesuatu' yang akhirnya ditinggalin juga..)

Hei..mari berhenti sejenak..

Dengar nurani-mu berbisik..

Nurani yang lelah..

dia butuh istirahat..

dia butuh sesuatu yang sejuk..

O, ya kita ga pernah tau seperti apa cara kita meninggalkan dunia ini nanti..

Dibunuh orang?

tenggelam dilaut?

tabrakan?

dalam keadaan mabok?

karena gempa bumi, banjir, tsunami, tanah longsor?

Dalam keadaan kafir-kah?

Tapi gw yakin kita semua pasti pengen mati dalam keadaan terbaik

Husnul Khatimah..

Semoga!

PS : Kira-kira gambar yg gw upload diatas, meninggal karena apa yah?

February 09, 2007

Surprise!!

tolong jelaskan apa sebenarnya yang terjadi pada negeri tercinta ini?

coba baca ini http://swaramuslim.net/more.php?id=5487_0_15_0_M

truss ini http://swaramuslim.net/more.php?id=5488_0_15_0_M

dan ini http://swaramuslim.net/more.php?id=5489_0_15_0_M

Hmm..S-P-E-E-C-H-L-E-S-S!!

January 04, 2007

Ketika saat itu tiba..

Iseng-iseng baca blog seseorang di negeri antah berantah..lumayan asyik sih, penuh kejutan di setiap tulisannya bahkan ga pernah terpikirkan sebelumnya oleh gw. Gw yakin blogger yg satu ini pasti orangnya smart bgt..^_^..

Tapi ada yg beda dari tulisan2nya yg biasanya ttg logika, science, resensi buku, film etc.. pokoke yg nambah pengetahuan gitu deh. Nah, ini tiba2 aja dia nulis ttg kematian (mengenang sahabatnya yg meninggal beberapa bulan lalu)

Hiii..tiba2 aja gw jg mikir ttg mati..Berasa aja apalagi saat ini gw lagi sendiri, sepi bgt neh kantor semua pada pergi keluar. Tinggal-lah gw yg termangu2 di depan komputer nulis2 gak jelas. Tiba2 aja gw takut mati..tiba2 aja gw merasa ga siap bgt kalo seandainya kematian datang menjemput gw ataupun orang2 yg gw sayangi..

Dan lagi-lagi gw teringat semalam nelpon salah seorang sahabat gw, dan dia juga ngomong ttg kematian. Ih, plizz deh..

Okay, gw tau dia mang 'menyembunyikan' penyakit yg diidapnya dari gw dan dari semua orang. Gw ngerti juga kenapa dia males periksa dan lebih milih tuk 'nikmatin' rasa sakit itu. Tapi pas dia dah ngomong ttg mati, asli gw langsung takut..takut  bgt!

Nah, ini dia kalimat2 'ajaib' yg sering dilontarkannya yg bikin gw lgsg 'ajep-ajep':

  • Gw pengen bgt ketemu lu, doain aja gw masih bernyawa dan bisa ketemu lu besok
  • Film EKSKUL itu keren yak? gw suka dg cara-nya mengakhiri hidup dengan bunuh diri (di-iringi dg tawa sumbangnya)
  • Kalo gw mati, apa yg bakal lu lakuin?
  • O,ya Chairil Anwar juga keren tuh, mati muda! Gw pengen jg kaya' dia
  • Tau gak lu kenapa gw ga mau tidur dan milih begadang? gw takut gw ga bisa liat matahari esok pagi, gw takut gw meninggal dalam tidur gw..
  • Satu hal lagi knapa gw takut bgt lu pergi2 dan jauh dari gw, gw takut gw meninggal mendadak dan gw belum sempat liat lu..
  • Bla..bla..blablabla..

Ppfffhhh..cape' deeh!!

Apa dia ga tau gw orang yg amat suangat penuh rasa kuatir..gw tiba2 aja kaya' orang sinting mencemaskan dia..Ampyuuunn!!..

Tapi, yah..kematian pasti datang pada makhluk yg bernyawa. Bisa aja gw yg mati duluan kan? Toh urusan mati mutlak rahasia-Nya.

Cuma ada beberapa pertanyaan dalam benak gw:

Siapkah gw ketika kematian datang menjemput? Siapkah gw ketika Dia-Yang-Maha-Berkehendak-Itu mau ketemu? Apa yg bakal gw persembahkan kehadapan-Nya kelak ketika di memanggil?

Hhhh..PR besar utk gw..

C'mon Lee mari berbenah..menyongsong kematian yang indah (semoga)

Yuukk..

November 07, 2006

Birunya Biru..

Lagi-lagi lose control dan ga bisa nahan emosi..ugh..wahai diri ada apa dengan-mu?..

Terlalu naif, mendramatisir keadaan..kuatir tanpa alasan..suka gak jelas gitu..dan senewen..bener2 sinting!!..

Hei, aku baru tau sebabnya..aku dah lama tidak menjumpai-Nya..swear..aku udah lama bgt tidak menangis untuk-Nya..di sepertiga malam..wah, kapan ya terakhir kali 'ber-mesraan' dengan-Nya?!..Aku dah lupa saking lamanya..kenapa aku bisa melupakan-Nya begitu aja?..sibuk dg urusan duniawi gak jelas yg kian hari kian bikin sinting dan mumet..aku butuh Dia..sungguh..butuh bukan hanya sekedar ritual 'sok basa-basi' demi menggugurkan kewajiban aja..aku butuh Dia tuk menenangkan jiwa dan raga yg dah bener2 kaya' mayat idup..gak bermakna..

Kenapa disaat aku bner2 kering kerontang dan dahaga baru ingat Dia..kenapa disaat sedih dan mengalami hari2 terberat dalam hidup baru ingat Dia?..kenapa disaat aku baik2 aja aku malah seolah ga butuh Dia?..

Allah..dalam lemah, letih..Sungguh aku ga bisa berpaling dari-Mu..

October 20, 2006

"TUHAN"

Nglanjutin ketidakwarasan nih..

Lagi mikir-mikir..dan tiba2 ada yg menggelitik rasa ingin tahuku, dah lama jg tapi baru kepikiran tuk nulis skrg.

Napa ya, banyak org yg sangat bangga dg 'pemikiran' yg ga biasa dan sedikit ekstrim..bukan, aku bukannya anti, justru aku sangat menghargai yg namanya pemikiran manusia..aku suka dg org2 yg kritis dan cerdas..aku suka dg beragam pemikiran manusia yg unik2 dan ajaib..

Tapi..ini berdasarkan penilaian subjektif sih..berdasarkan pemikiran seorang 'aku' yg memang keluar dari hati terdalam tanpa intervensi dari siapapun..hehehehe..asal deh..

Semalam kembali b'dialog dg seorang teman..ttg Tuhan..(wah, berat nih bahasannya) ttg gugatannya..ttg keraguannya akan eksistensi Tuhan..ttg dia yg terlihat 'bangga' dg pencariannya akan Tuhan yg barangkali gak ada..Hmmm..

Aku cukup 'shock' juga pas dia dulu pernah bilang..Tuhan-mu..wah, Tuhanku?Apakah kami punya Tuhan yg beda?..setau aku keyakinan kami sama..dia muslim..dia puasa..dia sholat..tapi ritual yg dilakukan itu utk apa sih klo dia meragukan Tuhan yg dlm pikirannya antara ada dan tiada?..atheis aja sekalian..jangan nanggung2 ya gak?

Aku cuma senyum2 aja..pas dia bilang dia jg gak percaya dg hal2 gaib..menurutnya itu cuma dongeng..ato cuma doktrin2 yg membelenggu manusia. Ah, sayang sekali ilmu agamaku jg gak seberapa..aku ingin memberikan argumen yg cerdas tapi hhh..susah.. krn dia terbiasa berorasi..dan aku terbiasa berdialog dg hati..dia terbiasa menggugat..aku terbiasa utk mengamati dan mencoba mengerti lewat rasa..sangat berbeda bukan? bagaimana caranya menjembati perbedaan kami agar bisa tercipta dialog yg 'cerdas'?

Barangkali aku cuma punya referensi yg mungkin bisa sedikit membuka pemikirinnya yg sedikit 'melenceng' itu..tapi ya tentu aja dia 'alergi'..soalnya dia suka buku2 pemikiran barat yg menurutnya 'keren' dan beredukasi..dia bener2 pemuja barat..aku bukannya anti barat tapi bukankah lebih bijaksana kalo kita 'balance'? kita baca karya2 barat itu dan juga karya2-nya Sayyid Qutb, Dr. Ir. Aidh bin Abdullah Al-Qarni, Harun Yahya etc..truss..baru boleh berkomentar dan milih mana yg bener2 menggugah nurani kita sbg manusia..

"Ingatlah..hanya dg mengingat Allah hati kita menjadi tenang''

Aku suka dg ayat itu..yah, seperti katanya aku punya Tuhan, sedang dia saat ini masih mencari Tuhan itu dimana..aku percaya walau aku tidak melihat wujudNya..tapi aku bisa merasakan hadir-Nya disetiap detak jantungku..aku tidak bisa terlepas dari-Nya..

Terlepas ttg percaya atau tidaknya dia ttg Tuhan yg pasti aku merasa hidupku lebih terkontrol krn aku percaya bahwa Tuhan itu ada..tidak seperti dia..terkatung-katung dg pemikirannya..merasa kosong, hampa, gelap dan gak punya tujuan hidup..hei..napa nyiksa diri dan memaksakan diri memikirkan hal2 yg ga terjangkau oleh indra kita sbg manusia?

Btw, aku pernah ngujinya dg kalimat sederhana klo memang dia pemuja materi-sesuatu-yg tampak dan anti dg yg gaib..

"Bisakah kau tunjukan padaku wujud dari rasa sakit, bahagia, sedih dan bete?"

What?..ya..ga bisa dilihat kan? cuma bisa dirasakan..kita merasakan marah, sakit, senang bla..bla..tapi kita ga bisa menunjukkan wujud dari rasa itu.. bukankah itu gaib?

Ah, banyak hal di alam ini yg gaib..cuma barangkali kita ga pernah memikirkannya..udara contohnya seperti apa bentuknya? bukankah dia cuma bisa dirasa?

O,ya pernah liat mayat? nah, bukankah orang yg meninggal itu gak kekurangan apapun? indranya masih lengkap, tapi kenapa dia gak bisa ngapa2in? mana lidah yg 'cerewet' menggugat hidup itu? lidah itu masih ada dan utuh..tapi kenapa dia ga bisa 'berkicau' lagi? Tidak perlu aku jelaskan padamu sobat betapa 'ajaib'nya orang yg meninggal itu..apanya yg ilang coba..roh-nya kan?  Bisakah kau tunjukkan padaku dimana letaknya roh itu? mari kita utak-atik tubuh mayat itu mencari dimana letak 'makhluk' yg namanya roh itu..gak bakalan ketemu.. bukankah itu gaib? gak terjangkau oleh nalar manusia..

Udahlah, pertanyaan sederhana dariku yg bodoh dan minim ilmu agama aja sudah gak bisa kau jawab..apalagi kalau kau berdialog dg orang yg memang ahlinya..

O,ya aku pernah membaca Firman-Nya..

"Kalau umat-Ku brtanya ttg Aku..katakan bahwa Aku begitu dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher"

dan satu lagi neh..

Allah juga menyuruh kita memilih, kalau gak percaya dg-Nya dan memilih mencari Tuhan selain Dia..silakan pergi saja ketempat lain yg bukan milik-Nya..nah, ayo bisakah kau tunjukkan padaku kemana kau akan pergi kalau Allah mengusirmu dari bumi-Nya? Planet Mars..Pluto..ato Yupiter?..hahahaha..bukankah angkasa raya ini adalah milik-Nya Yang Maha Kaya?..mau kemana coba?

Hmmm..sepertinya dialog ini akan semakin memanas..aku janji akan belajar lebih banyak lagi..aku akan mencoba tuk bisa menjawab pertanyaan2mu yg 'cerdas' dan luar biaa itu..Yup! senang juga berdialog dg-mu..paling nggak aku merasa tertantang utk tau lebih banyak lagi.

Punya keyakinan dan punya Tuhan yg sangat kita percayai itu nikmat banget loh..percaya deh! Kita punya tujuan hidup..kita punya 'rule' yg harus kita patuhi..O,ya belum pernah merasakan nikmatnya bercinta dengan-Nya kan?..Kata orang2 bener2 luar biasa dan membuatmu ketagihan utk lagi..lagi..dan lagi..tapi susah loh tuk bisa bener2 mencintai-Nya..cuma utk orang terpilih..bukan orang seperti kita..tapi kita bisa belajar tuk bisa menjadi orang yg mencinta dan dicinta-Nya..belajar..belajar..dan belajar..itu aja kuncinya barangkali..

Btw, maukah kau, agar kita belajar bersama-sama?..belajar mengenal-Nya ..mencintai-Nya?

October 10, 2006

'Kabbalah'

Coolz!!..

Prolog:

Tiap hari kita pasti dah bosen disodorin berita2 ato gossip2 seputar selebritis.. Namun ada yg sedikit menggelitik rasa ingin tahuku..udah basi barangkali, namun aku seneng bgt rasa penasaran itu agak sedikit terjawab.

Madonna, Britney Spears, Lindsay Lohan, Demie Moore mungkin sedikit dari seleb luar yg nganut ajaran Kabbalah. Nah, ajaran mistis Yahudi ini ternyata..dah kuno bgt! Berdasarkan sejarah munculnya ajaran ini, trus perkembangannya bener2 membuatku takjub dan terheran-heran..betapa semua keliatan serba berhubungan..ato aku yg terlalu 'kuper' ya dan ga tau apa-apa??..

Kesimpulannya sih ajaran Kabbalah itu akarnya berasal dari Mesir kuno jamannya Fir'aun..pasti inget donk gimana Nabi Musa ditantang ama Fir'aun dan ahli sihirnya dg ribuan ular? namun Nabi Musa berhasil mematahkan teori Fir'aun yg mengklaim dirinya Tuhan dg -mukjizat- dari tongkat Nabi Musa keluar ular gede bgt dan memakan semua ular2 dari tukang sihirnya Fir'aun. Namun dasar sombong Fir'aun ttp gak ngakuin bahwa ada Tuhan yg sesungguhnya yg lebih berkuasa dari dia..

Sebagian org barangkali nganggap Kabbalah ini adalh ajaran Yahudi, tp  kaya'nya ga juga karena Yahudi itu monotheisme, sedangkan Kabbalah mengakui dan nyembah patung2 dan simbol2 yg sangat mereka hormati ato dg kata lain Kabbalah itu 'aliran sesat'-nya Yahudi..(??!!)

OK, aku gak bisa nulis lebih banyak lagi coz uraian ttg  ini buanyak bgt..mulai dari Kabbalah, kaitannya dengan Ordo Templar-Perang Salib-Fremasonry (organisasi internasional Yahudi)- dan perkembangannya saat ini..truss..agenda2 mereka dalam menaklukkan dunia...hmmm bener2 luar biasa!!

BTW, klo punya ketertarikan sama dg-ku soal sejarah dan konspirasi kaum Freemasonry ini silakan kunjungi:

http://swaramuslim.net/FOTO/more.php?id=5349_0_10_0_M

August 30, 2006

Warning:'Ada setan dimana-mana'..

Iseng-iseng browsing, nemu artikel menarik ini so posting aja sekalian..emang se dah lama juga tau dikit2 n denger2 ttg aliran2 sesat, ato sekte2 yg banyak diikuti oleh seleb2 terkenal n punya fans yg bener2 fanatik. BTW, Dulu gw nge-fans bgt ama J-Lo eh, setelah tau dia penganut sekte 'setan' gw jadi ga respect lagi..n skrg gw ogah nge-fans gila2an ama seleb baek musisi, artis, aktor ato apalah gtu..coz banyak ga benernya hehehe..secukupnya aja kale..ga sampe ikut2an gaya hidup mereka..ih, kaya' ga punya kepribadian aja..niru2 idola..tul gak? (silakan protes bagi yg ngerasa tersindir..^_^..).

O,ya setelah baca artikel ini gw jadi inget buku-nya Dan Brown 'Angels & Demon' pemujaan yg dilakukan para pengikutnya ga beda jauh ama yg dlakuin seleb2 ini..Hmmm..gw jadi mikir n gw yakin aja 'ritual kegelapan' itu emang ada..dan angka 666 yg diklaim sbg angka setan itu jg bukan isapan jempol belaka..dan hei..bener2 de banyak hal yg tanpa gw sadari..ternyata tidak terlepas dari..'dunia kegelapan' itu..hiiii syerem deh! Musik, film, dunia hiburan lainnya..Dan herannya tanpa sadar gw malah 'mungkin' nikmatin 'kegelapan' itu sendiri..WOW!

Kemarin jg baru tau klo lagu Imagine-nya John Lennon itu malah ga ngakuin adanya Tuhan..jangan2 doi malah...(???) ga berani nerusin yah, who knows lah ya...dan jg dulu pernah baca Ozzy Osbourne dalam pembukaan salah satu konsernya ditemani ama puluhan babi dan satu persatu babi itu disembelih dan darahnya diminum..Wacks!!!..apalagi klo bukan pengikut setan dan semua org jg dah pada tau kale?

Wah, harus banyak belajar dan milah2 lagi ne, ga asal lagi ngidolain para seleb..salah2 malah ngidolain setan..ga banget deh! Naudzubillah..

Beware of Satanic Religion

Asal mula Gereja Setan (GS) didirikan oleh Anton Szandor La Vey tanggal 30 April 1966, dan GS ini secara terang-terangan diorganisasikan di San Fransisco. Sebagai buku panduan umatnya, La Vey menulis sebuah kitab The Satanic Bible tahun 1969.

Sebuah patung Setan, raja iblis telah dibuat dan saat ini berada di Katedral Notre Dame (Paris) berwujud seperti wajah manusia-binatang bertanduk 2 buah dengan posisi bertopang dagu dan di punggungnya terdapat 2 sayap, patung ini terbuat dari batu dan dinamakan patung setan (patung itu pernah dimasukan dalam adegan film Si Bongkok dari Notre Dame).

Organisasi ini menyebut dirinya organisasi pertama di muka bumi dan di sepanjang sejarah yang secara terbuka menyatakan mengabdi kepada penerimaan terhadap fitrah sejati manusia yaitu binatang jasmaniah yang hidup di dalam kosmos yang diresapi dan dimotivasi oleh kekuatan gelap yang kami sebut Setan.

Untuk yang bukan anggota akan dituding sebagai orang yang hidup dalam iri hati obsesif terhadap kita yang tetap eksis oleh arus alamiah bersama rasa takut terhadap Pangeran Kegelapan, oleh sebab itu mereka menyebut dirinya kaum asing yang terpilih dan Elite. Bahkan mereka mengatakan kita para pengikut Setan adalah Tuhan itu sendiri. GS menyebarkan doktrin yang diciptakan Anton La Vey melalui tulisan, rekaman, dan video. GS mengaku punya media yang luas dan selama 33 tahun terakhir ini dirujukkan dengan berbagai nama, misalnya Gereja Setan.



Yang pertama Gereja Setan, Gereja Setan Amerika, kini nama resmi mereka adalah Gereja Setan, nama lain adalah pendusta. Pada tanggal 29 Oktober 1997, Anton La Vey mati. Kemudian GS diwariskan kepada Blanche Barton (pendeta wanita tertinggi) yang juga adalah istrinya dan ibu anak yang ketiga yang bernama Satan Xerces Carnacki La Vey Blanche juga menjabat kepala adiministrasi GS selama 14 tahun terakhir. Semasa hidupnya, Anton La Vey mengangkat banyak anggota Kependetaan Mendes sebagai Pengacara Iblis. Dan kependetaan ini bersama Ordo Trapezoid Dewan Nan Sembilan kini bekerja sama dengan Pendeta Wanita Tinggi Barton untuk memajukan filosofi ikonoklastik yang diracik oleh La Vey.

Lambang Para pengikut GS umumnya menggunakan lambang 666, pentagram, bintang bersudut 5 terbalik yang bergambar kepala kambing bertanduk dua. Sudut bintang yang menggambarkan tanduk itu bermakna Lucifer, sama tinggi dengan Allah. Tiga sudut di bawah menggambarkan tritunggal iblis, yang di tengah Lucifer, di kiri anti Kristus, yang di kanan nabi-nabi beli asli dong.

Dan iblis yang menyesatkan mereka dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi beli asli dong itu dan mereka di siksa siang malam sampai selama-lamanya. Tritunggal iblis ini lawan Tritunggal Kristiani (Bapa, Anak, dan Roh Kudus ). Di tiap sudut bintang ada

lima

lambang kecil-kecil yang menggambarkan

lima

lambang setan : Zombie, WereWolf, Dracula, Vampire, dan SherWolf.

Kepala kambing merupakan salah satu ciri khas utama penyembah Setan, unsur penyembahan yang menuju kepada pengorbanan kepada Satan Lucifer biasanya menyembelih kambing (umumnya jantan)dan menggunakan darahnya untuk upacara ritual, dan hal ini merupakan lawan identik dengan pengorbanan Umat Kristiani kepada Allah sewaktu jaman Israel sampai saat ini yaitu dengan korban domba.Keesokan harinya mereka mempersembahkan korban sembelihan dan korban bakaran kepada TUHAN, yakni seribu ekor lembu, seribu ekor domba muda, dengan korban-korban curahannya dan sangat banyak korban sembelihan Ritual bagi seluruh Israel.

GS mengenal tiga jenis ritual :
Ø Seks, Kebaikan, dan Kejahatan. Ritual Seks dilakukan setelah upacara dan itu merupakan bagian dari upacara. Keterangan :Seks bebas sama sekali bertentangan dengan ajaran Kristiani. Roh dan manusia dapat melakukan hubungan badan bila roh itu berubah wujud menjadi manusia, hal ini dapat dilakukan oleh Lucifer karena dia adalah malaikat. Lain halnya dengan roh lainnya yang bukan termasuk malaikat sehingga harus meminjam tubuh orang lain (media); seperti kerasukan, memanggil arwah orang mati, perdukunan, semua hal ini tidak lain adalah praktek satanisme, dan di Indonesia sudah banyak sekali praktek satanisme dalam bentuk yang berbeda, ada yang bilang itu boleh karena tujuan baik dan itu jahat karena untuk tujuan jahat, memang pada prakteknya ada yang terlihat untuk kebaikan (putih) dan ada yang untuk niat jahat (hitam) tetapi kesemuanya ini sama saja intinya, yaitu menjadi praktek satanisme pengikut Lucifer, berhati-hatilah.

Ø Ritual Kebaikan, mereka masuk ke dalam gereja-gereja lalu menyumbang.


Ø Ritual Kejahatan dilakukan terutama saat ada anggotanya yang melanggar peraturan, mereka tidak akan segan untuk membunuh sebab bagi mereka adalah terhormat bila mati untuk Lucifer.

Struktur organisasi :
1. Pimpinan tertinggi adalah Lucifer alias satan alias iblis alias raja iblis.
2. Tingkat kedua adalah Hyberia, istri Lucifer yang membawahi kelompok khusus yang terdiri atas 13 wanita yaitu Sister of The Light.
3. Di bawah Hyberia ada jajaran kuasa :
3a. Vampire dan Dracula
3b. Zombie
3c. WereWolf dan SherWolf

4. Tatanan terendah adalah Mochua, bertugas melemahkan iman jemaat termasuk menguras energi urapan para hamba Tuhan.

Semua kelompok ini tidak berwujud alias dalam bentuk roh. Prince Of Michael yang disebut-sebut sebagai pimpinan GS di Menado juga termasuk roh, agar bisa kelihatan, dia akan meminjam jasad orang lain.

Bidang sasaran GS.
Di Amerika Serikat, komunitas ini sudah menyebar di 11 negara bagian. Semua orang umumnya tahu dan paham bahwa setan adalah makhluk ciptaan Tuhan yang tugasnya menghalangi manusia menuju Surga. Setan dapat berbuat apa saja dan memberikan apa saja kecuali memberi Kunci Surga. Karena itu setan dapat berwujud apa saja, bisa pula tampak ramah, bisa angker, dan lain-lain. Begitulah cara setan mengelabui umat manusia termasuk pengikutnya di GS tersebut. GS bukan hanya bergerak di dalam ajaran agama mereka saja, tetapi juga dalam bidang-bidang lain seperti politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Otoritas politik tertinggi GS adalah illuminity, simbolnya berbentuk piramida yang puncaknya terpancung dan bagian yg terpancung itu agak sedikit naik. Di dalam bagian yang terpancung itu ada gambar sebuah mata (bisa di lihat pada uang kertas dollar Amerika). Itulah perjanjian tertinggi politik GS dengan Amerika. Di Indonesia saat ini belum ada, tetapi

Indonesia

telah membuat perjanjian dengan IMF sehingga dapat kita tebak apakah artinya itu.



Musik dan Film Satanisme.
Satanisme muncul dalam banyak hal salah satunya adalah film dan musik. Banyak film yang menceritakan dengan terbuka idiom satanisme serta kisah kuasa gelap (dark forces). Film populer seperti : Friday The 13th, The Crow, Devils Advocate, Interview With The Vampire, bahkan serial The X-Files mengandung alur cerita dimana setan, satanisme atau black magic menjadi bagian penting dari film. Konon tahun 1968, Anton Szandor La Vey pernah menjadi penasehat teknis sekaligus pemeran film Rosemarys Baby, film Omen 1976 disebut telah mempopulerkan satanisme.

Dalam musik ada banyak sekali contoh musik yang berisi satanisme, contoh :
- Lagu dari Ozzy Osbourne “Anggur baik tapi Wiski lebih cepat, bunuh dirilah satu-satunya jalan keluar”
- Lagu dari David Bowie (majalah Rolling Stone) mengatakan Rock akan selalu menjadi musik setan
- Lagu dari Stairway to Heaven jika di putar terbalik akan memunculkan syair pemujaan setan.
- Lagu dari Metallica dalam The Prince melantunkan Bida.dari dari bawah, Aku ingin menjual jiwaku. Setan ambil jiwaku.
- Pink Floyd menulis lagu Lucifer Sam dengan lirik : Lucifer Sam selalu duduk di sisimu..selalu dekat denganmu.
- Thn 1992, Red Hot Chilli Peppers saat penerimaan anugreah MTV Awards berucap. Pertama-tama kami ingin berterima kasih pada Setan.
- Marilyin Manson, salah satu umat GS pada majalah Spin edisi Agustus 1996. Saya berharap dikenang sebagai sosok yang mengakhiri sejarah Kekristenan, Manson tak ragu merobek Injil dan meneriakkan penghinaan terhadap Yesus Kristus.

Di Indonesia :
- Group Black Metal(4 tahunlalu)
Sebelum naik panggung, mereka menyembelih marmut hidup dan meminum darahnya, kadang mereka membawa salib terbalik ke atas panggung.
Dan masih banyak sekali contoh yang dapat ditemui, tetapi dari keseluruhan akan terlihat mana yang merupakan bagian dari Satan dan mana yang tidak. Kesaksian sebagian

kota

sasaran GS antara lain adalah

Manado

,

Jakarta

,

Surabaya

,

Bandung

dan

Medan

. Bali dan Irian Jaya sementara ini adalah target utama mereka (Ev Herman Kemala,

Manado

). Herman Kemala seorang Evangelis Theological Seminary (Pasadena, AS, 1994) jurusan Church Growth, Satanalogy.



Dan salah satu anggota SWAT (Spiritual Warfare and Tactics) mengatakan bahwa

Manado

menjadi sasaran GS adalah karena banyak celah yang telah terbuka.

Manado

adalah salah satu

kota

yang sudah mengalami kehancuran iman, ini diketahui karena banyak kasus perzinahan dan kehancuran akibat hubungan gelap, angka perceraian di

kota

ini merupakan yang paling besar di seluruh

Indonesia

. Jadi menurut Herman,

Manado

tidak perlu dibentrokkan secara fisik karena di dalamnya sudah ada kerusuhan roh. Herman Kemala pernah melakukan pelayanan kepada salah seorang anggota GS yang telah bertobat, bernama Rina. Herman mengenal Rina kala di Singapura, setelah tahu keadaan Rina sebenarnya maka Herman intensif melayani Rina dalam hal rohani, proses penyembuhannya dianggap mudah tetapi untuk mengembalikan Rina ke keadaan semula itulah yang sukar, dan itu memerlukan waktu. Rina mengaku sudah tidur dengan Lucifer, untuk itu Herman mengadakan upaya pelepasan untuk Rina. Herman mendoakan dan mengurapi Rina dan kemudian meremas janin Lucifer tersebut, dan janin tersebut berhasil mati. Darah keluar banyak sekali berember-ember, tidak seperti janin manusia yang normal, kemudian darah yang keluar bukan hanya dari v(^_^)v layaknya wanita keguguran tetapi juga dari sekujur tubuh Rina. Usia kandungan itu diperkirankan berumur 4-5 bulan. Rina waktu itu sudah berstatus menjadi ratu Lucifer bukan calon ratu lagi karena telah mengandung janin Lucifer. Rina sebagai anggota GS telah mempunyai kemampuan memindahkan rohnya yang disebut Astral Projection, dan roh mereka dapat masuk ke tubuh orang lain pula, demikian pula sebaliknya, mereka dapat menerima roh orang lain yang disebut Discrepancy, dan Rina telah sering melakukan hal ini, dan selama dia melakukan hal itu, raga Rina tidak boleh di ganggu.


Kisah Ratu Lucifer (kesaksian).
Rina adalah bekas ratu yang telah insaf, 3 tahun yang lalu ia menjadi pemuja setan. Rina telah disemuhkan tanggal 28 Januari 1999 oleh Pak Herman. Usianya saat ini adalah 22 tahun. Rina terlibat dengan GS adalah sekitar akhir Mei 1995.

Sewaktu itu Rina masih kelas 1 SMKK. Demikian potongan cerita Rina:
"Seorang teman wanita saya mengajak saya ikut karate. Beberapa minggu kemudian, teman itu mengajak saya pergi ke sebuah acara kebaktian, Saya menolaknya tetapi teman itu memaksa terus, katanya saya akan mendapat ketenangan. Akhirnya saya setuju, dan dia akan menjemput saya pukul 24.00. Saya lupa nama perempuan itu, dan sekarang saya baru tahu kalau dia bukan pelajar SMKK. Total kami adalah berempat. Kami tiba di sebuah gubuk. Teman saya kemudian menghentakkan kakinya 3 kali seraya membaca mantera. Sesudah itu sebuah pintu tiba-tiba terbuka.

Sebuah tangga menghubungkan kami dengan ruang kebaktian. Ruangan itu hanya diterangi oleh lampu redup warna hijau. Tidak ada bangku atau kursi. Beberapa orang sudah ada duduk di bawah lantai dengan teratur. Ruangan itu besar sekali, bentuknya lancip, dan di ujung ruangan lancip itu ada sebuah altar. Bentuknya persegi dengan gambar pentagram di tengahnya. Lingkaran sebelah dalam berputar terus menerus.

Ada

5 orang berjubah hitam berdiri di belakang altar tadi. Di belakang ke 5 orang itu ada gambar pentagram dengan 2 lingkaran di luarnya. Juga ada gambar salib patah. Sebuah gentong ada di depan altar, dan banyak cawan di letakkan di atas meja. Saya mendengar musik yang keras sekali sampai jantung berdebar-debar. Musik itu berhenti saat ritual di mulai. Saya diwajibkan menanggalkan pakaian, di ganti jubah putih. Sesudah itu, kami diharuskan mencuci wajah dan kaki dengan air yang sudah disiapkan sebagai tanda siap memasuki ritual satanisme tersebut. Baunya seperti air untuk memandikan mayat.


Lalu sebuah kertas disodorkan pada saya, dan saya diminta untuk menandatangani di kertas itu. Tangan saya di tarik dan dilukai dengan sebuah pisau, darah saya ditempelkan ke kertas tadi, belakangan saya tahu itulah kontrak darah yang di tulis dalam bahasa

Indonesia

. Isinya kira-kira : “Saya resmi menjadi anggota”.


Inilah gereja setan, kata si pemimpin tadi. Saya kaget luar biasa, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Acara berikutnya adalah meminum darah dari gentong tadi. Tapi sebelum itu tiba-tiba muncul sosok tinggi besar berkata “Selamat datang, kami sudah dengar tentang kau, saya tahu sejarah hidupmu”, dan ternyata namanya adalah Prince of Michael. Prince of Michael ini yang pertama meminum darah dari cawan tadi. Setelah itu peserta lain mengumamkan lagu-lagu pujian sambil memutari altar dan saya menjadi merinding tetapi lama kelamaan saya menyukai lagu itu. Tiba-tiba muncul satu sosok lagi,kulitnya kuning langsat, matanya
biru, tubuhnya lebih tinggi dan kekar dari orang sebelumnya, dia berjubah tetapi tidak berkerudung, dan dia tertawa sambil berkata : “Hari ini adalah hari bahagia karena tamu yang lama di tunggu sudah tiba. Kalian berhasil menjalankan misi yang aku berikan”, lalu katanya lagi : “I'm Lucifer, I am king of king”.lalu ia mengambil tangan saya dan mencium tangan saya lalu berkata : “Jangan ada yang menyentuh dia karena dia milik saya”, lalu ia berkata kepada anggota lainnya : “Good Bye, I Love You”, lantas kemudian ia menghilang.
Lalu saya membaca ikrar, “Saya menyerahkan seluruh jiwa dan tubuh saya untuk GS, kalau saya memberontak atau keluar dari perkumpulan itu saya siap di hukum mati”. Kemudian jubah saya di ganti jubah hitam. Semua orang berdiri. Matra dibacakan. Sebuah kain hitam di lantai kemudian disingkapkan. Dan terlihat ada gambar Tuhan Yesus cukup besar. Setiap orang mengelilingi gambar tersebut 3 kali berlawanan dengan arah jarum jam kemudian bergantian menghentakkan kaki di atas gambar tersebut sembari memercikan darah ke atas gambar tersebut lalu kembali mengelilingi gambar tersebut sebanyak 3 kali berlawanan arah jarum jam. Pemimpin ritual lantas berkata : “Hidup Lucifer mati Yesus”. Puncak ritual dilakukan. Anggota dipersilahkan melakukan apa yang dinginkan.


Jubah hitam ditanggalkan dan mereka telanjang bulat. Lalu anggota laki-laki melakukan hubungan seks dengan anggota perempuan. Saya tidak melakukan apa-apa. Kemdian si Lucifer muncul lagi dan berkata : “Kamu harus bisa Rina” yang kemudian mencium saya, saya seperti terhipnotis lalu dia menghilang menimbulkan hembusan angin disertai bau harum. Upacara selesai. Saya langsung pulang ke rumah sekitar pukul 5.30. Sejak itu saya selalu terlambat masuk sekolah. Prestasi saya menurun. Tak bisa konsentrasi lagi. Saya selalu punya keinginan berkumpul dengan mereka, kalau tidak bertemu mereka sehari saja, rasanya seperti mau mati. Saya dinobatkan menjadi ratu tahun 1996, lewat satu upacara seperti perkawinan manusia normal. Dan layaknya saya juga melakukan hubungan seksual. Saya belum memeriksa apakah saya masih perawan. Saya tidak pernah kepikiran ke situ.
( percaya atau tidak, terserah anda yg menilai )


Marilah terbang menuju portal khayalan dunia ketiga disaat anda berniat menghabisi diri dengan senyuman di bibir...

August 15, 2006

Sesuatu yang lucu...

Lucu ya, uang Rp 20.000-an kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak amal masjid, tapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket.

Lucu ya, 45 menit terasa terlalu lama untuk berdzikir, tapi betapa pendeknya waktu itu untuk nonton pertandingan sepakbola.

Lucu ya, betapa lamanya 2 jam berada di Mesjid, tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran film di bioskop.

Lucu ya, susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa atau sholat, tapi betapa mudahnya mencari bahan obrolan bila ketemu teman.

Lucu ya, betapa serunya perpanjangan waktu di pertandingan bola favorit kita, tapi betapa bosannya bila imam sholat Tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya.

Lucu ya, susah banget baca Al-Quran 1 Juz saja, tapi novel "best seller" 100 halamanpun habis dilalap.

Lucu ya, orang-orang pada berebut paling depan untuk nonton bola atau konser, dan berebut cari shaf paling belakang bila Jum'atan agar bisa cepat keluar.

Lucu ya, susahnya orang mengajak berpartisipasi untuk dakwah, tapi mudahnya orang berpartisipasi menyebar gosip.

Lucu ya, kita begitu percaya pada yang dikatakan koran, tapi sering kita mempertanyakan apa yang dikatakan Qur'an.

Lucu ya, semua orang pinginnya masuk surga tanpa harus beriman, berpikir, berbicara atau melakukan apa-apa. Lucu ya, kita bisa ngirim ribuan "jokes" lewat "E-mail", tapi bila ngirim yang berkaitan dengan ibadah sering mesti berpikir dua kali.

May 02, 2006

Bila Harus Kehilangan....

   Seringkali sesuatu yang tadinya menjadi milik kita, atau sesuatu yang berada dekat dengan diri kita, menjadi begitu berharga ketika ia telah pergi, meninggalkan diri kita. Entah itu karena dipaksa, terpaksa, atau dengan sukarela. Seringkali, ketika ia masih menjadi bagian dalam hidup kita, ia tak mendapatkan penghargaan selayaknya, atau setidaknya mendapatkan perhatian cukup dari diri kita. Namun, bila ia telah pergi atau hilang, rasanya penyesalan yang terasa tak kan berkesudahan.

Contoh paling sederhana adalah ketika kita jatuh sakit, seringan atau seberat apapun, pastinya kita akan merindukan masa-masa ketika sehat. Betapa menderitanya bila harus menanggung sakit, sedangkan kita menyaksikan orang lain yang sehat dapat beraktivitas dengan optimal tanpa terganggu. Mungkin saja, ketika penyakit itu belum menghampiri, kita sering lupa untuk mensyukuri, betapa nikmat sehat itu mahal harganya.

Saat kedua orangtua masih menunggu kita pulang ke rumah, menjadi tempat berbagi yang setia, yang selalu siap mencurahkan segenap kasih sayang mereka dan memberikan segalanya untuk diri kita, kita tak menyadari bahwa ketika kelak mereka telah tiada, kita baru akan merasakan bahwa keberadaan mereka tak tergantikan.

Memiliki teman sungguh menyenangkan, dan masing-masing dari mereka pastinya meninggalkan bekas tersendiri dalam benak kita. Terhadap seorang teman dekat, kita mungkin berpikir bahwa senang sekali bila kebersamaan dengannya dapat terjaga sampai kapanpun. Namun kehidupan menjalankan skenario yang seringkali tak terduga. Kita tak akan pernah menyangka, kapan kebersamaan itu akan ternoda bahkan rusak oleh sesuatu yang menggangu dari luar, ataupun yang timbul dari dalam diri masing-masing. Atau perpisahan harus terjadi oleh sebab lainnya.

Bergelimang harta kekayaan tak selamanya akan membuat hidup seseorang menjadi tenang. Bahkan berbagai kekhawatiran akan muncul, dan kerap meresahkan. Takut kehilangan, sebab sekian banyak harta yang dimiliki telah dikumpulkan susah payah, dengan cara apapun. Demikian juga dengan keluarga, anak-anak dan istri atau suami. Mereka semua ibaratnya permata yang ingin selalu dijaga. Bayangkan, apabila suatu saat musibah datang, dan kita harus kehilangan salah satu atau bahkan semua.

Seringkali seorang manusia yang tidak bisa menghargai apa yang telah diamanahkan untuk menjadi miliknya, akan menyesal sejadi-jadinya bila kelak ia kehilangan sesuatu tersebut. Penyesalan itu berbuahkan air mata tak habis-habis serta kesal yang berkepanjangan, bahkan tak jarang yang lantas menyalahkan takdir bahkan menuding ketidakadilan Tuhan sebagai penyebab. Padahal Allah memberikan serta mencabut sesuatu dari kehidupan kita pasti disertai maksud dan tujuan di baliknya. Bila kita mau merenungkan segala kejadian yang dialami, lautan hikmah yang akan kita temui. Pasti terdapat hikmah besar di balik setiap peristiwa yang kita alami. Apakah itu akan membuat kita semakin dekat dengan-Nya, ataukah semakin jauh, hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya.

Seseorang yang berusaha demikian keras untuk mempertahankan apa yang telah menjadi miliknya, baik dengan ‘menguncinya’ rapat-rapat, menyembunyikannya supaya tak hilang, atau menyewa sekian banyak bodyguard demi menyelamatkan harta miliknya itu, tetap saja ia tak bisa berbuat apa-apa bila harus kehilangan. Entah dengan cara apapun kehilangan itu terjadi.

Maka, bila kita harus kehilangan, apapun yang kita cintai, relakanlah ia. Sebab mungkin saja Allah mengambilnya dari kita sebab akan digantikan oleh yang lebih baik lagi. Yang jelas, Sang Khalik pasti memiliki rencana tersendiri bagi setiap hamba-Nya. Apa yang menurut diri kita baik, belum tentu itu yang terbaik di hadapan Allah. Dan sebaliknya, apa yang kita tidak sukai, bisa jadi itu adalah yang terbaik dari Allah dan sesuai dengan yang kita butuhkan.

Sesungguhnya segala sesuatu yang berada dalam ‘genggaman’ kita, bukanlah milik kita sepenuhnya. Mereka hanyalah titipan, yang sewaktu-waktu akan diambil oleh Sang Pemilik, kapanpun bila Ia berkehendak. Bila saat itu tiba, kita tidak akan berdaya untuk menahannya barang sedetikpun.

-29 hari sebelum kontrak gw habis... :-(

Wisuda, Kepentingan Diri??!

  Tiga puluh tahun lalu, lulus sekolah, yang namanya wisuda, hanya berlaku bagi perguruan tinggi, lulusan setingkat sarjana. Keluaran SD, SMP, SMU cukup puas dengan Selamatan Jenang Abang, home-made. Ibu buat sendiri kue-kue di rumah, jika anak-anaknya naik kelas atau lulus sekolah, sebagai wujud syukur ke hadirat Allah Ta’ala, atas segala prestasi yang telah diraih anak-anaknya. Kue-kue ini dibagikan ke tetangga sebelah dan sanak-saudara.

   Saya sendiri tidak pernah merasakan ‘nikmatnya’ mengenakan toga, kecuali setelah mengenyam perguruan tinggi. Tapi, di mana sih sebenarnya kenikmatan hakiki mengenakan toga dan pakaian kebesaran wisuda?

  Sejujurnya, saya tidak mengerti. Makanya, ketika keponakan saya wisuda beberapa waktu yang lalu, sementara dia sibuk sekali bangun pagi dan kemas-kemas dengan aneka macam persiapan wisuda, saya cenderung kurang peduli. Saya tidak bisa menutupi diri sendiri, bahwa wisuda semacam ini tidak nampak hikmahnya, kecuali ‘sia-sia’.

  Sia-sia. Karena sebelum wisuda, orangtua repot sekali mencari duit Rp 700 ribu untuk membayar keperluan wisuda. Itu besarnya ongkos wisuda untuk perguruan tinggi kelas kabupaten. Kalau saya rinci, bisa meliputi bayaran orang penting yang mewisuda, panitia, konsumsi wisudawan dan undangan, sewa gedung, meja-kursi, dokumentasi dan administrasi. Belum terhitung transportasi!

  Banyak sekali? Memang! Namanya juga wisuda. Apalagi untuk tingkatan perguruan tinggi terkenal. Makin bergengsi nama perguruan tingginya, semakin mahal biaya wisudanya. Padahal, sesudah wisuda, apa yang mereka butuhkan, kerja kan?

  Bulan-bulan ini banyak sekolah dan perguruan tinggi yang sibuk dengan aneka ragam wisuda. Keponakan saya terlihat senangnya bukan main! “Om, potret ya?” ungkapnya, minta difoto. Tukang rias pun harus datang pagi-pagi hanya untuk urusan sanggul dan jarit. ‘Sudah begitu aturan dari fakultas’, katanya. Belum lagi mencocokkan model dan warna sepatu dengan pakaian yang dikenakan.

  Pokoknya: wah!

  Sesudah itu, jemputan mobil sewaan datang. Berangkat ramai-ramai! Bapak, ibu, adik, calon suami kalau perlu, dan wisudawati itu sendiri. Semua ikut. Jumlah lulusan 300, yang hadir 3000 orang. Hari itu, benar-benar istimewa.

  Di tingkat pendidikan taman kanak-kanak (TK), tidak kalah serunya! Jalan desa macet hanya karena anak-anak TK mau wisuda. Orangtua disibukkan dengan acara wisuda yang biar kecil-kecilan, urusannya makin ruwet. Mulai dari sepatu, pakaian, makanan kecil, hingga pampers.

  Bagi yang kaya, agar lengkap dokumentasi wisudanya, menyewa studio untuk bikin ‘film’ dan di-VCD-kan. Yang nggak mampu, tukang foto amatiran sudah lebih dari cukup. Kalau perlu di-‘klik’ sebelum berangkat.

  Akan dikemanakan anak-anak ini sebenarnya?

  Acara wisuda, pemberian gelar: ahli madya, sarjana, pasca sarjana, SPd, ST, Dr , DR, Prof, dan lain-lain, sebenarnya untuk apa? Kalau hanya ingin memberikan penghargaan kepada seseorang sesudah dianggap mampu menguasai ilmu tertentu dan pada waktu tertentu, toh Imam Syafi’i misalnya, yang hafal al-Qur'an pada umur 9 tahun, tanpa gelar apa-apa, tanpa penghargaan apa-apa, namanya juga bisa besar.

  Imam Bukhari yang ‘membabat’ 9000 hadits di luar kepala, juga memiliki nama gemilang dan harum, tanpa embel-embel doktor atau profesor. Padahal ilmu cendekiawan muslim itu dimanfaatkan untuk kemaslahatan orang banyak. Kajian ilmu mereka bukan hanya sebatas demi kepentingan duniawi. Ilmu mereka menembus kebutuhan manusia hingga hidup sesudah mati. Subhanallah!

  Pak Arif dan Pak Zais di kampung kami puluhan tahun sudah menjadi tukang cukur rambut tanpa sekolah. Tapi mereka ahli di bidangnya. Dihargai oleh masyarakat. Berpenghasilan pula. Sementara, yang lulusan sarjana saja sekarang ini banyak yang nganggur.

  Atau, Mbak Sri yang hanya berprofesi sebagai tukang pijet. Hampir setiap sore dia dipanggil oleh orang-orang yang butuh sentuhan tangannya untuk melemaskan otot-otot yang kaku. Padahal, sekolah menengah pertama saja dia tidak lengkap. J

  Jadi, apa artinya pendidikan panjang, bertahun-tahun, formal, penuh teori, dan ditutup dengan pemberian toga, kalau kenyataanya produknya sebagian besar justru ‘kalah’ dengan seorang tukang cukur semacam Pak Arif, atau tukang pijat kayak Mbak Sri? Pada zaman modern ini, kita telah dicetak untuk membentuk manusia yang menomor-satukan kebutuhan pribadi.

  Sejak kecil kita sudah mulai terbiasa dididik untuk mementingkan diri sendiri, alias egois. Mementingkan diri sendiri ini dikedepankan oleh sekolah-sekolah kita. Sehingga lulus sekolah seakan-akan identik dengan prestasi, gengsi dan kepentingan diri. Anak-anak yang lulus sekolah tidak dibiasakan berkonsep, bahwa sekolah sebenarnya hanyalah bagian dari proses belajar yang tidak ada akhirnya. 

  Sekolah-sekolah umumnya mengumbar jutaan janji, bahwa dengan sekolah, mereka bisa ini, itu; memiliki kompetensi ini dan itu, serta segudang sebutan profesi lainnya. Padahal, di luar gedung sekolah sana, tenaga terampil tak terhitung jumlahnya. Tukang kayu, tukang batu, tukang gergaji, tukang gali, dan sebagainya. Mereka hanya kita sebut: ‘tukang’. Padahal, mereka adalah pasukan yang berdiri di garis terdepan dalam pembangunan rumah dan gedung-gedung, proyek perkantoran, hingga dam-dam pembangkit listrik. Merekalah mestinya yang menyandang insinyur sejati.

  Mas Gatot, tetangga sebelah kami, hanya lulusan SD. Setiap hari, orang antri meminta tenaganya, memperbaiki kerusakan listrik dari rumah-ke rumah. Rekan saya, lulusan Elektro ITB, malah jadi budayawan. Biar keren kedengarannya kan? Tanpa sekolah formalpun, tukang-tukang ini ternyata bisa juga hidup. Dalam arti, mereka bisa jadi ‘manusia’, tumbuh, bekerja, dan berkembang, tanpa harus duduk di bangku sekolah. Itu bukan berarti, bahwa pendidikan di sekolah formal tidak penting. Karena di sekolah yang formallah terdapat laboratorium, perpustakaan dan tenaga-tenaga ahli yang bersertifikat.

  Namun demikian, orang-orang yang tidak sempat mengenyam pendidikan formal ini, bisa juga langsung praktek ke ‘laboratorium terbuka’. Mereka juga bisa mengunjungi ‘perpustakaan hidup’, serta ‘Kuliah Kerja Nyata’ tanpa batas. Mereka tidak butuh sekolah tinggi maupun universitas yang biaya wisudanya bikin bulu kuduk berdiri, untuk mencetak agar mereka jadi manusia yang berguna. Wisuda dengan segala macam acara ‘ritual’nya, hanyalah satu contoh, betapa kita ini secara sistematik sudah dicetak sebagai manusia-manusia yang belajar mementingkan diri sendiri.

  Apakah tidak dikatakan mementingkan diri sendiri, bilamana sesudah wisuda dan menyandang gelar tertentu, lantas kita berani ‘mematok’ harga, berapa seharusnya kita dibayar? Apakah tidak mementingkan diri sendiri namanya, bila sesudah wisuda, kita hanya mau bekerja kalau sesuai selera? Apakah tidak mementingkan diri sendiri namanya, bila sesudah wisuda, tidak mau kerja, karena terlalu berat tantangannya? Lihatlah orang-orang desa yang serba bisa! Mencangkul di sawa, memanjat pohon kelapa, merawat tanaman di ladang, mengolah kayu untuk jadi bahan bangunan, mencari batu kerikil di sungai, membakar batu bata, menganyam bambu, hingga membangun rumah.

  Mereka memiliki segudang ilmu dan ketrampilan tanpa gantungan selembar sertifikat pun di ruang tamu mereka. Mementingkan diri sendiri, egois, atau selfish, berarti meletakkan kepentingan diri sendiri diatas kepentingan orang lain. Di dalam Islam, mementingkan diri sendiri itu bertentangan dengan ajarannya. Hal itu terlihat dari sholat saja misalnya, kita dianjurkan berjamaah.

  Dengan berjamaah, terkandung nilai-nilai kebersamaan umat. Ringan sama dizinjing, berat sama dipikul. Sesudah sholat, kalau mau, orang-orang bisa menyelesaikan banyak persolan hidup di dalam masjid.

  Sedangkan jika sholat sendiri-sendiri, siapa yang bakal membantu kita menyelesaikan masalah, dengan tinggal di rumah yang tertutup? Susahnya, sudah tahu begitu, kita masih alergi kalau dikatakan egois! Ketika mengerjakan sholat, kita ucapkan ‘Allahu Akbar’ (Allah Mahabesar).

  Itu berarti, kita ini kecil sekali dihadapan Allah. Hanya Allah Ta’ala Yang Besar, yang lainnya gurem. Jika sudah merasa kecil-kecil, hingga tidak berarti sama sekali, mestinya kita sadar, bahwa kita ini tidak pantas mementingkan diri sendiri. Dihadapan-Nya, kita bukan apa-apa!

  Rasulullah SAW sebelum wafat, menangis tersedu. “Ummati...ummati....!” Kata beliau SAW, sambil berlinang air mata. ‘Umatku...umatku....’. Di sini, menunjukkan betapa kepribadian beliau SAW begitu mulia. Di saat menjemput mautpun, beliau SAW masih sempat memikirkan umatnya.

  Padahal jarak kita dengan beliau sekarang ini sudah lebih dari 14 abad lamanya. Subhanallah. Demikian pula ketika Rasulullah SAW hijrah, sahabat-sahabat beliau SAW, begitu besar perhatiannya terhadap kepentingan dan arti kebersamaan sesama muslim, sehingga ada yang rela menceraikan istrinya untuk ‘diberikan’ kepada sahabatnya orang-orang Muhajirin.

  Beberapa orang sahabat malah menyerahkan separuh lahan pertanian yang dimilikinya sebagai sumber kehidupan sahabatnya yang baru (al-Qur'an, al-Hasyr: 9). Subhanallah! Kita? Jangankan mau memikirkan orang lain. Sesama saudara kandung saja, makanan sering dihabiskan sendiri.

  Apalagi jika itu kesukaan kita. Pokoknya, kalau menyangkut yang enak-enak, kita maunya didahulukan. Sedangkan jika sudah giliran yang susah, membersihkan kamar makan, kosek-kosek kamar mandi, atau yang melelahkan, kita tunjuk orang. Kita kedepankan kebutuhan kita, kita kesampingkan keperluan orang lain.

   “We do not follow such system,” kata Alaa Tuti, insinyur komputer asal Libya yang ogah mengenakan dasi. ‘Kita telah mengikuti tradisi Barat’, lanjutnya. Ketika menyelesaikan studi, di universitas al-Fatah, Tripoli, salah satu perguruan tinggi terkenal di Libya, rektor universitas cukup menyampaikan ucapan selamat, kemudian menyerahkan ijazah kepada para lulusan.

  Demikian pula yang disampaikan Abdul Hakeem, yang menyelesaikan S2 Sastra Arab di India Selatan. Sedari kecil, anak-anak seharusnya dibiasakan untuk tidak hidup dalam lingkungan yang memupuk pertumbuhan egoismenya. Seringkali kita memberikan puji-pujian kepada anak-anak secara berlebihan, hingga anak-anak akhirnya tumbuh ‘besar’ dan ‘sombong’.

   Berikan pujian yang sewajarnya, jika mereka menunjukkan prestasi dan kemajuan dalam studi. Berikan dorongan untuk memperbaiki kesalahan, bila hasil ujian mereka menurun. Tekankan untuk tidak mudah putus asa. Jangan pupuk dengan hal-hal yang tidak memberikan manfaat kepada mereka!

   Wisuda, bisa dilakukan dengan cara-cara lain yang lebih sederhana, tanpa mengurangi maknanya. Bukannya dengan menghambur-hamburkan uang, tenaga dan waktu. Anak-anak keluaran TK, SD, SMP, SMU, dan perguruan tinggi, tidak membutuhkan pakaian kebesaran, pesta, serta mahalnya kertas sertifikat. Yang mereka butuhkan adalah, sesudah selesai studi nanti apa yang bisa mereka perbuat di lapangan sebagai manusia.

   Mampukah kita meyakinkan mereka akan hal ini? Kita sudah hanyut dalam budaya yang salah. Cara-cara wisuda kita, tidak lebih dari memupuk pola pikir egois generasi muda. Budaya inilah yang tanpa kita sadari, hanya akan melahirkan generasi yang self centered-personality. Generasi yang berorientasi hanya kepada diri sendiri. Generasi yang motonya hanya ingin diperhatikan orang lain, bukannya mengajak memperhatikan orang lain.

Wallahu a’lam

(www.eramuslim.com)

April 21, 2006

Ctrl+S Kebaikan

Kirim Teman | Print Artikel

Berita Terkait:

• Paku Pagar ...

• Hadiah ...

• Melihat Karakter

Seperti biasanya, di akhir minggu Joyo dan anaknya yang beranjak dewasa, Joni, berjalan-jalan santai di sepanjang pantai. Pembicaraan antarmereka yang penuh gelak canda, tiba-tiba berubah serius. Rupanya Joyo tidak menyetujui salah satu tindakan Joni di masa lalu. Sebaliknya, Joni menilai sikap ayahnya tidak proporsional terhadapnya. Nah, lantaran bersikukuh atas pendapatnya masing-masing, terjadilah pertengkaran hebat. Joyo sempat kehilangan kendali, menampar sang anak. Anehnya, Joni diam saja tak bereaksi. Ia mengambil sebuah ranting kayu dan menulis di pasir: Hari ini ayah memukulku. Ia menandai tempat itu dengan menancapkan kayu tersebut di pasir.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan. Ketika mendaki jalan setapak di tebing batu karang, Joyo tersandung batu dan nyaris tergelincir. Untunglah, secepat kilat Joni memegang pohon di dekatnya dan menyambar tangan sang ayah sehingga terhindar dari bencana fatal. Setelah hatinya tenang, Joyo merogoh pisau lipat dari sakunya. Ia memahat permukaan batu cadas itu dengan tulisan, Hari ini Joni menyelamatkan nyawaku. Sampai kapan pun tulisan itu akan tetap terpatri di situ.

Kedua pria itu akhirnya tidak meneruskan perjalanan. Mereka memutuskan kembali pulang menelusuri pantai. Benarlah, beberapa saat kemudian melewati tempat mereka berdua berantem. Tongkat Joni masih tertancap di situ, namun kalimat yang tertulis di pasir telah lenyap tersaput riak ombak. Joni mencabut kayu dan melemparkannya ke lautan. Ayah beranak berpelukan.

Joni telah memberi pelajaran berharga. Setiap kepedihan, kemarahan, dan kesengsaraan yang kita alami, pasti akan tersimpan dalam ruang di hati dan pikiran. Sebuah ruang yang sama tempat kita juga menyimpan kebaikan, harapan, dan maaf. Yang dilakukan Joni, memencet Ctrl+S (save) untuk semua kebaikan. Sementara, segala kekecewaan dan penderitaan di-Del (delete) secepatnya. Namun seperti kata Gail Hamilton, pengarang Amerika, meski setiap orang bertanggung jawab untuk semua kebaikannya -- karena di hatinya selalu tersedia ruang untuk itu-- tak seorang pun bisa mengklaim dirinnya memiliki ruang paling besar. *

melihat karakter

Melihat Karakter

Suatu siang sepasang pasutri turun dari KA di Boston, AS.

Yang perempuan mengenakan rok lusuh kedodoran. Suaminya terbalut pantalon tenun yang sudah usang. Mereka bermaksud menemui rektor Harvard University di kota tersebut.

Beliau sedang sibuk, ujar sekretaris rektorat ketus.

Kalau demikian, kami akan menunggu, jawab sang wanita.

Terganggu dengan kedatangan orang dusun tak diundang, sang sekretaris sengaja mendiamkan tamu